September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

WANITA MEMILIKI ANDIL BESAR DALAM MEMERANGI COVID-19

Wanita Dalam Memerangi COVID-19 Di Berbagai Negara

Wanita Melawan COVID-19

Bandung, Omicron Indonesia – Semangat kartini ditunjukan oleh beberapa wanita ditengah mebawahnya pandemic virus corona ini. Beberapa wanita tersebut merupakan pemimpin beberapa negara yaitu, Jerman, Islandia, Finlandia, Taiwan, dan Selandia Baru. Beberapa pemimpin wanita dinegara tersebut sukses menanggulangi dampak dari pandemic yang cukup dahsyat ini.

Mungkin banyak dari Omicronians, menganggap bahwa negara yang dipimpin oleh wanita tersebut adalah negara kecil. Namun hal tersebut tidak berlaku pada negara Jerman, mari kita bandingkan dampak pandemic ini yang terjadi di Inggris dan di Jerman. Data yang ada menunjukan bahwa, jumlah kematian akibat COVID-19 yang ada inggris jauh lebih besar ketimbang jumlah kematian yang ada di jerman.

Hal itu menunjukan kepada kita, bahwa wanita mempunyai kemampuan yang cukup mungpuni dalam memimpin sebuah negara ditengah keadaan krisis seperti ini. Lalu apa saja yang dapat kita pelajari dari kepemimpinan beberapa wanit tersebut?

KETEGASAN

Perdana Menteri Selandia Baru yaitu Jacinda Ardern, mengambil langkah yang cukup tegas dalam menanggulangi penyebaran COVDI-19 di negara-nya. Langkah yang diambil oleh Jacinda Adern diantaranya adalah menerapkan lockdown lebih awal di negara nya dan menaikan level kewasapadaan menjadi maksimum.

Kemudian Jacinda Adern menghimbau kepada seluruh warganya yang baru tiba di Selandia Baru, untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Selain itu beliau melakukan pelarangan terhadap warga negara asing masuk ke negara-nya lebih awal dari negara lain.

Hasil dari ketegasan yang dilakukan Jacinda Adern adalah, minimnya angka kematian yang diakibatkan oleh COVID-19 di negara-nya. Tercatat hingga saat ini (21/04/2020), angka keamtian akibat COVID-19 di Selandia Baru hanya mencapai 13 orang.

KETENANGAN

Sikap tenang dan efektif ditunjukan oleh Presiden Taiwan yaitu Tsai Ing-wen, yang merupakan seorang wanita. Tsa Ing-wen menjadi salah satu pemimpin negara yang mempunyai respon cepat dan tenang, dalam menaggapi wabah COVID-19 ini.

Pada bulan Januari 2020 ketika muncul tanda kasus pertama di negara-nya, Tsai Ing-wen mensosialisasikan 124 cara kepada warganya untuk mengehentikan penyebaran virus corona. Kemudian beliau melakukan langkah efektif dalam menekan penyebaran virus corona ini, tanpa melakukan lockdown sama sekali.

Hasil dari beberapa kebijakan tersebut adalah, hingga saat ini (21/04/2020) tercatat hanya ada 6 kasus kematian yang diakibatkan oleh COVID-19 yang terjadi di Taiwan. Bahkan saat ini Taiwan mengirim bantuan 10 juta masker ke Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa.

Kejujuran

Kanselir Jerman yaitu Angela Merkel, menujukan kepada kita betapa pentingnya sifat kejujuran yang dmilikin oleh seorang pemimpin negara. Pada awal-awal kemunculan COVID-19, Angela Merkel berbicara dengan tenang dan lugas pada Warga negaranya bahwa virus ini kemungkinan akan menginfeksi lebih 70% populasi warga Jerman.

Kemudian Angela Merkel meminta kepada warganya, untuk menanggapi kasus ini dengan serius. Hal ini tentu menjadi sebuah keputusan yang cukup besar, yang diambil oleh Angela Merkel. Mengingat banyak dari pemimpin negara yang ada didunia tidak bernai mengumumkan dampak terburuk dari COVID-19 ini kepada warganya.

Walaupun angka kematian yang ada di jerman hingga saat ini (21/04/2020), terbilang cukup besar yaitu sebanyak 4.862 kasus. Namun angka tersebut jauh lebih rendah apabila dibandingkan negara tetangganya yang ada di Eropa pada saat ini.

Teknologi

Perdana Menteri Wanita Islandian yaitu Katrin Jakobsdottir, berhasil memanfaatkan teknologi dengan tepat untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 di Islandia. Beliau memberikan pemeriksaan COVID-19 gratis, bagi seluruh warga negaranya. Sebagian besar negara yang ada hanya memeriksa, warga negara-nya yang mempunyai gejala aktif.

Namun Islandia memeriksa seluruh warga negara nya, bahkan hingga 5 kali pemeriksaan seperti yang dilakukan oleh Korea Selatan. Hasilnya hingga saat ini Islandia tidak melakukan sistem lockdown, dan tidak menutup seluruh sekolah-sekolah yang ada.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Sanna Marin, yang merupakan kepala termuda di dunia sejak dia terpilih pada pemilu Finlandia desember tahun lalu. Sanna Marin, menyadari bahwa tidak seluruh warganya membaca press release yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait COVID-19.

Oleh karenanya Sanna Marin, memanfaatkan social media dan beberapa influencer untuk mengkampanyekan langkah-langkah pencegahan penyebaran COVID-19. Hasil dari langkah-langkah tersebut cukup memuasakan, tercatat hingga saat ini (21/04/2020) hanya terjadi 98 kasus kematian akibat COVID-19 yang ada di Finlandia.

Beberapa sikap yang ditunjukan oleh para pemimpin wanita kita, dapat dijadikan contoh oleh beberapa negara lainnya untuk mengatasi COVID-19 sesuai dengan keadaan negara nya masing-masing. Namun point utama dari artikel ini adalah bagaimana wanita membuktikan pada dunia, bahwa wanita dapat berbicara banyak ketika pandemic ini menyerang dunia.

Selamat hari katini, semoga kisah ini dapat menginspirasi banyak wanita di Indonesia. Sehingga wanita dapat berbuat lebih dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

 

 

Baca juga : Ber-sosmed dapat menyebabkan depresi?