September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Vaksin Corona Sudah Ditemukan?

(Foto : Manjurul/getty images)

Vaksin Corona Sudah Ditemukan?

Vaksin Corona Sudah Ditemukan?

 

Bandung, Omicron Indonesia-Pandemik 2019-nCoV atau yang lebih familiar dikenal sebagai COVID-19 semakin menggemparkan dunia. Bagaimana tidak, tercatat pada Rabu (08/04/2020) berdasarkan data yang dirilis oleh world ometers bahwa jumlah pasien positif terinfeksi COVID-19 telah mencapai lebih dari 1 juta orang yaitu sebanyak 1.433.025 positif terinfeksi, dengan rincian 82.136 dinyatakan meninggal dunia, 302.367 dinyatakan sembuh, dan 1.048.522 orang lainnya masih dalam proses perawatan. Dan saat ini, seluruh masyarakat dunia dari berbagai kalangan, bahu membahu untuk meminimalisir dampak yang terjadi akibat adanya pandemi ini.

Dampak serius akibat adanya wabah pandemik ini  dirasakan oleh bidang kesehatan, sosial dan ekonomi. Banyak dokter di beberapa negara hilang nyawa karena berjuang menyelamatkan pasien COVID-19 ini. Di Indonesia per tanggal (06/04/2020) dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa telah ada 19 dokter umum spesialis, 5 dokter gigi, dan 6 perawat meninggal akibat positif terjangkit COVID-19. Omicronians, hal tersebut tentu menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan rakyat Indonesia, mengingat di tengah merebaknya wabah ini tentu jasa-jasa mereka akan sangat dibutuhkan.

Uji Coba Vaksin Terhadap Manusia

Walaupun demikian, selalu akan ada harapan baru bagi masyarakat dunia. Kabar baik datang dari sebuah perusahaan biofarmasi yang berpusat di Pennysilvania, Amerika Serikat yaitu Inovio Pharmaceuticals yang bekerja sama dengan Universitas  Pennysilvania mengumumkan bahwa mereka akan melakukan uji coba vaksin 2019-nCoV terhadap manusia pada Senin (06/04/2020).

Dilansir oleh patch.com bahwa sebelumnya pada bulan Maret 2020, perusahaan tersebut melalui CEO-nya yaitu Dr. J. Joseph Kim mengatakan bahwa 1 juta vaksin 2019-nCoV siap diproduksi secara masal pada akhir tahun ini. Pemilik perusahaan Inovio Pharmaceuticals ini juga melontarkan bahwa tanpa adanya vaksin baru yang aman dan efektif, pandemik COVID-19 ini akan terus berlangsung dan mengancam kehidupan sosial dan ekonomi.

Uji coba vaksin 2019-nCoV terhadap manusia yang dilakukan oleh Inovio Pharamaceuricals ini menjadi yang paling pertama di dunia lho, Omicronians. Karena hingga saat ini vaksin yang telah ditemukan baru hanya diujicobakan terhadap binatang yaitu tikus. Fase pertama dari uji coba vaksin terhadap manusia ini adalah dilakukan terhadap 40 sukarelawan dewasa sehat yang terdapat di dua tempat, yaitu Perelman School of Medicine, University of Pennysilvania dan  Center for Pharmaceutical Research, kota Kansas.

Ketika proses uji coba ini dilakukan, setiap sukarelawan akan diberikan dua dosis vaksin yang diberi label INO-4800 dalam waktu yang terpisah selama 4 minggu.  Diharapkan dengan adanya uji coba ini, data respon imun manusia dan infomrasi keamanan vaksin terhadap manusia dapat diketahui secara pasti pada akhir musim panas atau sekitar akhir bulan Agustus 2020.

Pada uji coba ini, Inovio Pharmaceutical juga dibantu dalam hal pendaan oleh Coalition for Epidemic Preaperedness Innovations serta dari yayasan yang dibina oleh Bill dan Mellida Gates. Total pendaan yang mereka terima dalam proses pengembangan vaksin ini adalah sebesar 9 juta USD atau sekitar 146,7 milyar sejak aktivitas ini dimulai pada bulan Januari 2020.

Kabar tersebut tentunya akan menggembirakan rakyat bumi, bukan, Omicronians? Mengingat di Indonesia sendiri wabah ini telah mengakibatkan kedaruratan kesehatan pada masyarakat. Sembari menunggu kabar baik mengenai hasil uji coba vaksin ini, sebagai masyarakat yang baik sudah sepatutunya Omicronians terus membantu dalam pencegahan virus ini, dengan tetap produktif #dirumahaja dan membantu sesama masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.

 

 

 

Baca Juga : Pemerintah Indonesia Telah Memesan Obat COVID-19