September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

foto : mommyasia.com

Tidak Seperti Buah Lain, Ini Sebab Bentuk Pisang Tidak Bulat!

Bandung, Omicron Indonesia – Pisang dengan nama ilmiah Musa spp  merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sangat digemari oleh masyarakat.  Buah ini menjadi salah satu komoditas tanaman buah yang mulai banyak dilakukan perkembunan selain mangga, durian, rambutan, manggis, jeruk, nanas dan pepaya. Tanaman pisang dapat dikatakan sebagai tanaman serbaguna, karena tanaman ini baik akar, batang, pelepah, daun, bunga, buah, bahkan hingga kulitnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam olahan.

Manfaat Buah Pisang

Gobelez dkk dalam Jurnal Nutriments and Health menjelaskan bahwa pisang merupakan salah satu buah yang bergizi dan memiliki kandungan yang terdiri dari air (75%), protein (1,3%) dan lemak (0,6%). Dalam setiap buah-nyajuga mengandung karbohidrat dan potassium dengan jumlah cukup. Pisang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan diantaranya sebagai penawar beberapa penyakit, seperti:  demam, gangguan sistem kerja pencernaan, kejang-kejang, dan terkilir. Tingginya jumlah potassium (0,24%)  yang ada di dalamnya mampu memfalitasi pembuangan ampas dari tubuh.

Penjelasan Bentuk Pisang

Pisang memiliki bentuk yang untuk tidak berbentuk bulat seperti buah pada umumnya. Bentuk buah yang panjang dan melengkung, disebabkan oleh proses pertumbuhan pisang yang mengikuti geotropisme negatif. Dalam jurnal The Control of Growth and Differentiation in Plants, seorang peneliti asal kota London bernama  Wareing P.F, menjelaskan bahwa Geotropisme merupakan respon terhadap rangsangan terarah oleh gravitasi bumi yang melibatkan pertumbuhan perpanjangan diferensial sehingga menyebabkan pelengkungan.

Baca Juga : Benarkan Kucing Berbahaya Bagi Manusia? Padahal Hewan Tersebut Sangatlah Lucu dan Menggemaskan!

Dalam bukunya He D dan South DB berjudul A Review On Mechanisme Of Plant Geotropism: Developing Trend In Research On Pine Geotopism, dijelaskan bahwa mekanisme geotropisme melibatkan proses persepsi gravitasi dan transduksi. Proses alur tranduksi dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan biokimia tanaman, genetik dan pengaruh lingkungan. Pertumbuhan buah ini disebut-sebut mengikuti geotropisme negatif karena buah ini tidak tumbuh mengikuti arah gravitasi justru melawan arah gravitasi. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan pisang mencari serta mengikuti arah gravitasi bentuknya relatif melengkung ke atas. Dengan bentuk melengkung ke arah atas, pisang memiliki bentuk yang mengikuti grafik parabola.

Apa itu Grafik Parabola?

Penjelasan Ilmiah Pisang
                            Foto : id.wikihow.com

Grafik Parabola dalam matematika merupakan kurva bidang yang simertris dengan cermin dan mendekati bentuk huruf U. Semua titik dalam parabola berjarak sama dari titik fokus dan titik garis (directrix), atau dapat disebut juga sebagai kurva simetris dua dimensi yang berbentuk seperti irisan kerucut. Titik fokus adalah titik tetap di bagian dalam parabola yang digunakan untuk mendifinisikan kurva sedangkan titik garis (directrix) adalah garis lurus tetap. Oleh karena itu buah yang berbentuk melengkung ke atas seperti grafik parabola inilah yang membuat pisang lebih mudah ditangani dan dikemas dengan resiko kerusakan yang paling sedikit dibandingkan dengan bentuk tandan (baca: tangkai yang memanjang) yang lainnya.

 

 

Editor : Tsania Nurhayati Karunia Dewi