September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Tidak Bermain Ponsel Sebelum Tidur Bisa Kurangi Gangguan Insomnia, Benarkah?

Tidak Bermain Ponsel Sebelum Tidur Bisa Kurangi Gangguan Insomnia, Benarkah?

Bandung, Omicron Indonesia — Tidur adalah kegiatan yang sangat dinantikan oleh beberapa orang. Seperti para mahasiswa pada umunya terkadang juga merasakan hal terbaik dalam momen aktif kuliah adalah durasi tidur yang cukup. Karena sering terjadinya keluhan beberapa mahasiswa yang merasa dirinya kurang tidur dengan cukup akibat tugas dan deadline yang menanti. Ditambah dengan kegiatan organisasi yang tanpa henti, atau belajar untuk menghadapi kuis-kuis dan ujian yang datangnya terkadang tak pasti. insomnia

Penelitian terkai Kecukupan Tidur dan Proses Studi Mahasiswa

Dikutip dalam Jurnal yang berjudul Hubungan Kualitas Tidur Terhadap Konsentrasi Mahasiswa FK UMP Sebelum Mengikuti Ujian”, mengatakan bahwa mahasiswa dengan siklus tidur yang tidak teratur dan mempunyai jam tidur yang kurang menunjukan aspek memori dan konsentrasi sehingga motivasi belajar dikelas menjadi rendah. Dalam kutipan tersebut ternyata ada korelasi antara waktu tidur yang cukup dengan prestasi mahasiswa dalam studinya.

Jadi, alangkah baiknya mahasiswa itu bisa mengatur kegiatannya dengan baik untuk dapat tetap menjaga durasi tidur yang cukup. Tetapi, selain keluhan-keluhan mahasiswa yang menyita waktu tidur yang cukup karena kepentingan perkuliahan, ada faktor lain yang membuat mahasiswa memiliki waktu tidur yang tidak cukup yaitu seperti bekerja paruh waktu, menonton film-film favoritnya, streaming youtube, mengobrol dengan teman-teman tongkrongannya hingga lupa waktu, dan bisa jadi berkencan dengan pasangannya baik langsung atau via gadget. Memang dalam beberapa kasus yang terjadi sepertinya alasan perkuliahan yang menyebabkan mahasiswa tersebut kurang mememiliki waktu tidur. Padahal ada faktor-faktor lain yang menyebabkan hal itu terjadi.

Apa Itu Insomnia?

Bagi mahasiswa, tidur dengan cukup  sekitar 7-9 jam perhari tampaknya memang tak mudah, dikarenakan ada suatu penyakit yang biasa dikenal dengan istilah “insomnia”. Dikutip dalam tulisan yang ditulis oleh Hawari pada tahun 1990, “Insomnia berasal dari kata in artinya tidak dan somnus yang berarti tidur”.  Jadi, insomnia berarti tidak tidur atau gangguan tidur.

Sedangkan pendapat yang dipaparkan oleh Setiyo Purwanto, seorang cendikiawan Psikologi UMS, “Insomnia adalah ketidakmampuan atau kesulitan untuk tidur. Kesulitan tidur ini bisa menyangkut kurun waktu (kuantitas) atau kelelapan (kualitas) tidur. Penderita insomnia sering mengeluh tidak  bisa tidur, kurang lama tidur, tidur dengan mimpi yang menakutkan, dan merasa kesehatanya terganggu”.

Baca Juga : Benarkah Mengkonusmsi Gula Terlalu Banyak Dapat Menyebabkan Gangguan Otak?

Menurut beberapa orang yang mengalami hal tersebut, insomnia memang suatu gangguan yang menakutkan, jadi sepertinya wajar apabila Omicronians sering kali menemukan  story WhatsApp, Insta Story atau tweet di twitter yang hanya bertuliskan “Insom”, “Kebangun”, “Mimpi Buruk” atau kata-kata sejenisnya. Tetapi sebenarnya seorang yang mengalami insomnia tersebut akan mendapatkan masalah baru karena bermain telepon pintar yang menyebabkan mata kembali terpapar oleh sinar biru.

Sinar Biru Memperburuk Gangguan Insomnia

Sinar  biru adalah cahaya buatan untuk menerangi layar dari telepon pintar, televisi, monitor dan beberapa perangkat lainnya. Selain itu sebenarnya cahaya matahari juga adalah sinar biru, hal tersebut yang membuat kita cukup kesulitan apabila ingin tidur tetapi terkena oleh sinar matahari baik secara langsung atau tidak langsung.

Sinar biru adalah cahaya yang memiliki panjang gelombang yang pendek dibandingkan dengan sinar dengan warna lainnya. Hal tersebut yang mengakibatkan sinar biru dapat membawa energi yang cukup besar sehingga dapat mengganggu mata.

Dikutip dari Jurnal Diiferential Impact in Young And Older Individuals Of Blueenriched White Light on Circadian Physiology And Alertness During Sustained Wakefulness,  “Paparan biru saat malam hari akan menstimulasi otak sehingga terjadi hambatan pada sekresi melatonin, yang kemudian akan meningkatkan produksi kortikosteroid, lalu terjadi gangguan sekresi hormon dan secara langsung akan mempengaruhi kualitas tidur”.

Oleh karena itu, apabila Omicronins ingin tidur dengan cepat alangkah baiknya saat menjelang tidur tidak bermain telepon pintar untuk mengakses media sosial, atau sekedar membuat status dengan iringan lagu tertentu dan didukung oleh suasana kamar yang gelap dengan lampu tumblr yang terhias dalam dinding kamarnya, apalagi yang bertujuan untuk ngode seseorang. Hehe.

 

 

Editor : Tsania Nurhayati Karunia Dewi