September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Tahun Baru, Menteri Baru. Kenapa Harus Diganti ya?!

Tahun Baru, Menteri Baru. Kenapa Harus Diganti ya?!

[Artikel ini murni opini dari Omicron Indonesia, apabila ada perbedaan pendapat silahkan berdiskusi di kolom komentar]

Bandung, Omicron Indonesia – Menyambut tahun 2021 yang tidak lama lagi akan menyapa seluruh warga bumi, Indonesia mempunyai 6 menteri baru yang siap bekerja demi rakyat. Beberapa nama baru yang menghiasi kursi menteri kabinet Indonesia Maju, diantarnya adalah :

  • Sandiaga Salahuddin Uno ( Menteri Pariwisatan & Ekonomi Kreatif RI)
  • Tri Risma Harini (Menteri Sosial RI)
  • Budin Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan RI)
  • Muhammad Lutfi (Menteri Perdangan RI)
  • Yaqut Cholil (Menteri Agama RI)
  • Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan RI)

Tentunya nama-nama diatas merupakan orang yang kapabel, dan sangat siap untuk mengemban amanah menjadi menteri di Republik Indonesia. Namun, pertanyaannya adalah mengapa menteri yang ada di posisi tersebut sebelumnya harus digantikan dengan nama-nama diatas? Berikut merupakan analisis Omciron Indonesia terkait reshuffle menteri yang dilakukan oleh Presiden Jokowi pada senin (22/12/2020) kemarin!.

Menteri Kesehatan

Kegagalan dalam mengatasi pandemik COVID-19 di Indonesia, menjadi faktor utama Terawan Agus Purtanto dilengeserkan dari jabatan Menteri Kesehatan RI yang baru diemabannya selama 1 tahun itu. Selain itu, cap “Lempar batu sembunyi tangan” yang melekat pada Terawan Agus Purtanto juga menjadi alasan utama pergantian menteri kesehatan RI.

Sebelumnya, menteri kesehatan RI sempat membuat warga Indonesia heboh karena selama pandemik COVID-19 berlangsung, sangat jarang bapak Terawan Agus Purtanto muncul ke media untuk memberikan statement ataupun klarifikasi. Paling heboh, ketika salah satu episode Mata Najwa yang berjudul Kursi Kosong Untuk Menkes RI menjadi salah satu alasan hilangnya kepercayaan publik terhadap Menkes RI Terawan Agus Purtanto.

Sangat disayangkan kinerja Terawan Agus Purtanto di Kemenkes RI, tidak cemerlang seperti prestasi yang pernah beliau peroleh ketika berprofesi menjadi dokter professional. dr. terawan Agus Purtanto merupakan salah satu penemu metode pengobatan storke terbarukan, dan metode tersebut diminati oleh Negeri jepang untuk dikembangkan. Namun pada saat menjabat menjadi Menkes RI, Terawan juga memberikan persembahan bagi Indonesia. Persembahannya adalah membawa Indonesia menjadi Negara nomor `1 di ASEAN, dengan kasus  COVID-19 terbanyak (Ambyar).

Menteri Pariwisata

Wishnutama merupakan salah satu nama besar di Indonesia, terutama dalam bidang kreatif digital. Tercatat Wishnutama pernah menjabat CEO dari televesi kegemaran anak muda, yaitu NET TV. Namun dibalik menterengnya nama Wishnutama dimata masyarakat Indonesia, masih belum mampu membuat Presiden RI puas akan kinerjanya sebagai Menteri Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif RI.

Terbukti dengan digantinya Wishnutama oleh Sandiaga Salahuddin Uno, untuk mengisi jabatan Menteri Pariwisata dan  Ekonomi Kreatif RI. Dilansir oleh antaranews.com, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri, mengatakan perlu adanya terobosan baru untuk meningkatkan kinerja sector pariwisata yang sangat terpuruk akibat adanya pandemik COVID-19.

Baca Juga : Mengapa Ketika Mengiris Bawang Kita Menangis?

Sektor pariwisata yang semula menjadi penyumbang devisa terbesar ke-2 bagi Indonesia melebihi minyak dan gas bumi, kini terpuruk seperti dibanting dari lantai 10 ke permukaan tanah dan menyebabkan beberapa bisnis perhotelan hingga temapt wisata banyak mengalami kerugian. Faktor tersebut yang menjadi alasan kuat, perlu adanya pergantian posisi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Hal tersebut dikarenakan belum meningkatnya geliat sector pariwisata Indonesia, walaupun pandemik telah lebih dari 6 bulan hadir di Indonesia. Sehingga perlu adanya pemikiran, dan gagasan baru dari Menteri yang diamanatkan saat ini.

Menteri Perdagangan

Sebenarnya tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI sebelumnya, yaitu Agus Suparmanto. Dilansir oleh Bada Pusat Statistik (BPS), bahwa perdagangan Indonesia pada tahun 2019 masih mencepatatkan surplus sebesar US$ 329,5 miliar atau setara dengan Rp4,36 Triliun.

Pada tahun 2020 juga tercatat bahwa perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar US$ 3,61 miliar. Namun, pada tahun 2020 tercatat bahwa ekspor tahunan RI turun sebesar 8,28% menjadi US 110,07 miliar. Kemudian ekspor nom migas RI juga ikut turun menjadi US$ 108, 71 miliar, atau hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,66% dari target yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar 8%.

Sehingga menurut Omicron Indonesia, hal tersebut lah yang menjadi factor utama digantinnya Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto pada tahun ini oleh Presiden RI. Tentunya, dengan digantinnya Menteri Perdagangan RI diharapkan menjadi titik balik kebangkitan perdagangan Indonesia terhadap dunia.

Menteri KKP & Sosial

Menteri Anti Korupsi

Kedua menteri ini diganti karena mereka salah makan, harusnya makan nasi dan lauk pauk malah makan uang rakyat. Sehingga jadinya diganti + dikasih tempat tinggal baru oleh Negara, untuk menenangkan diri. Tempat tinggalnya di hotel, Hotelnya bernama hotel prodeo alias penjara.

 

(Khusus untuk menteri Agama, kami merasa belum pantas untuk memberikan opini terkait pergantiannya).