September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Salahkah membangun Jurassic Park di Taman Nasional Komodo?

Salahkah Membangun Jurassic Park di Taman Nasional Komodo?

Bandung, Omicron Indonesia – Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia digemparkan dengan beberapa postingan di dunia maya mengenai pembangunan yang terjadi didalam kawasan Taman Nasional Komodo, tepatnya pada pulau Rinca. Rinca adalah sebuah pulau yang terletak dalam Kepulauan Nusa Tenggara, pulau ini merupakan bagian dari situs warisan dunia UNESCO bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Padar serta Gill Motang. Pulau Rinca selain menjadi tempat habitat hewan endemik Indonesia yaitu Komodo, pulau ini juga menjadi habitat yang sangat baik bagi babi liar, kerbau, beberapa jenis burung serta unggas lainnya. jurassic park

Pembangunan Jurassic Park, Hajat Siapa?

Rencana yang dimiliki oleh Kementrian PUPR berkejasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang telah disetujui oleh Presiden Jokowi bahwa Pulau Rinca akan dibangun objek wisata yang mereka beri nama Jurassic Park di Pulau Rinca. Dalam laman detiknews Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT Marius Jelamu menjelaskan bahwa, “Pulau Rinca itu kan diarahkan untuk mess tourism ya, sedangkan Pulau Komodo itu kita arahkan untuk pulau konservasi, karena pulau konservasi tidak semua orang bisa masuk, akan dibatasi bagi orang-orang yang memiliki sebuah kartu keanggotaan yang bianya kurang lebih 1.000 dolar pertahun. Dalam Jurassic Park di Pulau Rinca itu sebuah mess tourism, maka sejalan dengan dijadikannya Labuan Bajo sebagai destinasi superpremium, maka bapak presiden menyetujui pembangunan Jurassic Park di Pulau Rinca, dan dalam membangun Jurassic Park ini kita membangun berbagai sarana dan prasarana dermaga, fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan wisatawa.”

Pro dan Kontra Pembangunan Jurassic Park!

Dibalik semua niat baik yang dimiliki oleh pemerintahan Indonesia saat ini, pembangunan Jurassic Park di Pulau Rinca telah menjadi kontroversial yang hangat disuarakan oleh beberapa orang di Indonesia. Dalam sudut pandang beberapa orang, hal tersebut sebuah trobosan bagus yang dimiliki oleh pemerintahan untuk membawa nama baik Indonesia di kancah Internasional dengan beranggapan bahwa parawisatawan akan mempunyai akses lebih mudah dalam melihat hewan endemik komodo ini, serta pembangunan Jurassic Park ini dapat menjadi ladang mata pencaharian baru bagi masyarakat lokal.

Serta dalam sudut pandang lain, pembangunan Jurassic Park ini sangat membahayakan bagi keberlangsungan beberapa hewan yang tinggal dipulau itu, terkhusus hewan Komodo, mata rantai kehidupan dalam Pulau Rinca secara perlahan akan rusak oleh keserakahan beberapa oknum pemerintah yang menggaungkan bahwa membuka wisata ini untuk nama baik Indonesia dan memberikan beberapa keuntungan masyrakat setempat, ataukah sebenarnya hanya memberi keuntungan bagi kaum elit yang ada diperintahan saja? Kenapa Omicron Indonesia  berujar seperti ini, karena kami yakin pembangunan Jurassic Park ini akan membunuh keberlangsungan hidup hewan endemik komodo secara perlahan.

Penjelasan Ilmiah Terkait Dampak Proyek Terhadap Ekosistem Hewan di Pulau Komodo!

Beberapa hari yang lalu Omicron Indonesia melihat sebuah sudut pandang yang disampaikan oleh pemilik akun ig yang bergerak dalam bidang arsitek dan desain interior yaitu rasi.o yang mengutarakan bahwa, dipelajari dalam ilmu semiotika arsitektur non-fisik ada beberapa hal yang merusak habitat ekosistem secara perlahan apabila kita membangun beberapa bangunan baru dalam Pulau Rinca, seperti beberapa hewan akan terganggu dengan adanya cahaya, suara serta bau.

Baca Juga : Data COVID-19 di Indonesia, Hoax? Konspirasi?

Dalam ilmu Fisika Suara biasa dikatakan dengan kata bunyi, bunyi merupakan getaran yang merambat. Bunyi merupakan gelombang lungitudinal yang merambat searah dengan arah getaran, gelombang bunyi merambat dengan cara merenggangkan dan merapatkan udara atau melalui medium disekitarnya. Dalam keberlangsungan kehidupan di Pulau Rinca ini dalam seiring berjalannya waktu akan menganggu hewan-hewan yang tinggal di sana, kami sebagai manusia juga terkadang akan merasa terganggu apabila ada tetangga yang menyalakan speaker terlalu keras hingga menjadi sedikit terganggu dalam menjalani aktvitas.

Tetapi karena kita sebagai manusia memiliki beberapa etika dalam menjalani kehidupan masih bisa berusaha bertegur sapa dengan tetangga yang sebenarnya membuat kita tidak nyaman, namun dalam hewan yang tinggal disana apakah masih bisa merasa berkompromi dengan kebisingan yang terjadi disana? Sepertinya tidak, hewan-hewan disana mungkin akan pergi dan mungkin akan mati karena stress. Komodo memang hewan yang tidak bisa mendengar, tetapi suara-suara tersebut akan mengganggu hewan-hewan lain yang menjadi makanan bagi komodo, secara perlahan seiring berjalannya waktu akan rusaklah mata rantai kehidupan disana.

Selain suara, cahaya juga akan mengganggu keberlangsungan hidup hewan-hewan disana. Cahaya adalah sebuah energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata, selain itu didalam ilmu fisika cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Dalam dualisme gelombang partikel paket cahaya yang biasa disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indra penglihatanm sebagai warna.

Tempat wisata yang akan dibangun di Pulau Rinca yang beralaskan oleh beberapa orang untuk kepentingan kemashlatan Indonesia yang sebenernya mementingkan kepentingan mereka sendiri  ini telah membangun beberapa titik tempat untuk menjadi fasiltas wisata disana, membangun bangunan yang cukup besar ini akan dipastikan akan memiliki cahaya dimalam hari, cahaya itu sebenarnya akan sangat mengganggu hewan-hewan yang tinggal disana, kenapa kami berujar seperti itu? Karena dengan adanya cahaya akan mengganggu hewan-hewan nokturnal yang tinggal disana, bahkan akan mengganggu jalur terbang dari burung-burung yang biasa melintas di sana.

Bahkan seiring berjalannya waktu dapat dipastikan bahwa burung-burung secara perlahan akan terbang menjauh dari pulau tersebut, burung menjadi salah satu makanan favorit bagi hewan komodo sebagai predator kelas atas yang berada dipulau itu, walaupun komodo dapat memakan hewan-hewan lain apabila tidak ada burung kembali disana. Tetapi apakah yakin hewan-hewan disana selain komodo juga tidak memakan burung? Apabila dianalisis lebih jauh maka sekali lagi mata rantai kehidupan disana akan perlahan sedikit demi sedikit akan rusak yang secara tidak langsung dapat membunuh komodo secara perlahan.

Selain suara dan cahaya yang akan mengganggu keberlangsungan kehidupan disana, bau yang ada setelah dibuatnya Jurassic Park dalam Pulau Rinca juga akan menjadi masalah baru kembali. Oleh karena itu alangkah baiknya apabila membuat suatu kebijakan itu dipikirkan kembali dengan baik, karena yang hidup dan berkembang biak di Planet Bumi ini bukan hanya manusia, makhluk-makhluk lain juga harus dipikirkan keseimbangan untuk tetap berhak nyaman tinggal di Planet Bumi ini.

 

 

Editor : Noer Ardiansyah Laksana