September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Rupiah Menjadi Mata Uang Paling ‘Perkasa’ di Asia, Pekan Ini!

Rupiah Menjadi Mata Uang Paling ‘Perkasa’ di Asia, Pekan Ini!

Bandung, Omicron Indonesia – Pekan ini menjadi pekan yang sangat istimewa bagi mata uang Indonesia, yaitu rupiah. Pasalnya, rupiah menjadi mata uang paling perkasa diantara mata uang lainnya di kawasan Asia.

Hal tersebut dikarenakan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang terus menguat dalam satu pekan ini. Dilansir oleh CNBC Indonesia bahwa dalam satu pekan terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menguat dan hampir menyentuh angka 5%. Tercatat pada Sabtu (06/06/2020), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sudah kembali diangka 14.000/USD.

Namun, beberapa pengamat ekonomi dan pelaku bisnis masih menilai bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika masih terlalu murah. Hal tersebut tentunya sangat wajar dilontarkan oleh beberapa pihak, karena tidak bisa dipungkiri bahwa rupiah adalah salah satu mata uang dengan nilai tukar yang cukup rendah di kawasan Asia.

Manfaat Menguatnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika

Terlepas dari tanggapan positif atau negatif yang dilontarkan oleh beberapa pihak terhadap rupia, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika selama sepekan ini wajib diapresiasi. Mengingat dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, akan memberikan beberapa keuntungan bagi kegiatan perekonomian di Indonesoa.

Menjamurnya sentimen positif dari para investor asing, menjadi salah satu keuntungan yang didapatkan Indonesia dari momen menguatnya nilai tukar rupiah ini. Apabila tingkat kepercayaan investor semakin membaik, maka aliran modal dari investor asing terhadap roda perekonomian Indonesia akan kian deras.

Baca Juga : Begini Caranya Mahasiswa Agar Mempunyai Penghasilan Sendiri!

Seperti yang sudah Omicronians ketahui, roda perekonomian seluruh Negara yang ada di belahan bumi termasuk Indonesia mengalami hambatan yang cukup berat. Tentunya hambatan tersebut muncul dari pandemi COVID-19, yang cukup menggegerkan dunia. Lockdown besar-besaran, dan rendahnya tingkat kepercayaan investor terhadap kinerja ekonomi Negara menjadi faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi turun.

New Normal Pulihkan Perekonomian Indonesia

Namun dengan adanya sebuah wacana yang menjadi harapan baru dunia di tengah pandemik COVID-19 ini, yaitu ‘New Normal’. Konsep ini membuat hampir seluruh Negara di dunia, bersiap untuk melonggarkan lockdown ketat yang selama ini mereka terapkan untuk memutus penularan COVID-19.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiyaan dan Risiko (DJPRR), pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp 24,3 Triliun. Jumlah tersebut, sedikit lebih tinggi dari target indikatif yang dipatok pemerintah sebelumnya.

Trend positif pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemik COVID-19  juga terlihat di pasar saham Indonesia. Dilansir oleh CNBC Indonesia, bahwa tercatat investor asing melakukan aksi beli saham Indonesia sebesar Rp 3,39 Triliun dalam sepekan terakhir. Hal tersebut semakin mengindikasikan bahwa roda ekonomi Indonesia akan semakin membaik pasca babak belur akibat COVID-19.

 

 

Editor : Tsania Nurhayati Karunia Dewi