September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Plastik Jenis baru, Menjanjikan Lingkungan Laut Yang Lebih Jernih

Plastik Jenis baru, Menjanjikan Lingkungan Laut Yang Lebih Jernih

Bandung, Omicron Indonesia- Salah satu Univeristas yang ada di Amerika Serikat yaitu Cornel University menciptakan plastik yang dapat hancur dengan bantuan radiasi sinar UV, Omicronians. Penelitian tersebut dipublikasikan pada Journal  American Chemical Society.

Penyebab Tingginya Limbah Plastik

Tingginya populasi plastik di laut akibat metode penangkapan ikan yang konvensional menjadi fokus utama dari penelitian ini. Populasi plasik di laut yang semakin banyak juga disebabkan olah faktor kesengajaan dan tidak kesengajaan.

“ Kita membuat plastic jenis baru yang dapat dipakai dalam proses penangkapan ikan komersil. Kemudian apabila secara tidak sengaja jaring tersebut lepas di laut bebas. Plastik tersebut akan hancur dengan sendirinya, dalam waktu tertentu”, pungkas pimpinan penelitian Bryce Lipinski. Bryce Lipinski adalah seorang professor biokimia di Cornel University.

Lebih lanjut Bryce mengatakan bahwa, pengkapan ikan komersil menyumbang  lebih dari setengah populasi limbah plastik mengapung yang ada di laut lepas. Jaring nelayan pada dasarnya terbuat dari beberapa jenis plastik, salah satunya jenis nilon-6.6 yang sangat sulit hancur.

Jangka Waktu Penelitian

Tentuya penemuan plastic jenis baru ini diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan lingkungan bagi bumi ya, Omicronians. Khususnya dalam mencipatkan lingkungan laut yang lebih bersih. Menurut Bryce, waktu yang dihabsikan untuk mengembangkan plastik jenis baru ini adalah selama 15 tahun.

Plastic ini diberi nama isotactic polypropylene oxide atau iPPO. iPPO ini telah ditemukan sejak tahun 1949 namun dengan bahan yang mudah hancur ketika digunakan. Bryce mengklaim bahwa iPPO yang dikembangkannya dan tim mempunyai kekuatan yang sama dengan plastik pada umumnya saat digunakan. Namun, plastic akan hancur ketika terkena radiasi UV  dengan waktu yang cukup lama.

Jangka waktu yang dibutuhkan untuk menghancurkan plastik ini, bergantung pada jangka waktu terpapar radiasi.  Normalnya 30 hari terpapar radasi, ¼ iPPO akan hancur. Bryce menuturkan bahwa  penelitian ini akan terus dilanjutkan hingga tercipta jenis plastic yang hancur sempurna dalam waktu singkat tanpa meninggalkan sisa sedikitpun.

Penelitian ini didukung oleh National Science Foundation’s Center for Sustainable Plolymers yang menyediakan fasilitas NMR untuk Cornel University.

 

 

Baca Juga : 5 Rekomendasi Mobil Bekas Murah Terbaik