September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Perangkat Canggih Nirkabel, Benarkah Lebih Banyak Memancarkan Radiasi Elektromagnetik?

Perangkat Canggih Nirkabel, Benarkah Lebih Banyak Memancarkan Radiasi Elektromagnetik?

Bandung, Omicron Indonesia – Perangkat pintar yang merupakan perumpamaan sebagai bentuk perkembangan sebuah teknologi, saat inipenggunaannya sudah tidak dapat dihindari lagi. Semakin canggih novasi yang ditawarkan  oleh perangkat pintar, membuat kita tidak bisa menolaknya. Seperti halnya teknologi nirkabel (tanpa kabel) yang telah banyak diimplementasikan pada banyak perangkat. Sebut saja, ponsel pintar, laptop,  tablet,  router nirkabel, teknologi bluetooth pada mouse, earphone, dan papan ketik, juga masih banyak perangkat lainnya.

Banyak orang telah menggunakan teknologi nirkabel ini, tentu saja pada smartphone yang sudah tidak bisa dipisahkan dari keseharian. Perangkat-perangkat yang menawarkan kepraktisan bagi pengguna ini tentu sangat memberi keuntungan yang berlimpah. Hanya saja ada satu hal yang sering diabaikan pengguna mengenai perangkat canggihnya ini, yaitu radiasi gelombang elektromagnetik.

Apa Itu Gelombang Elektromagnetik?

Gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Heinrich Hertz ini adalah suatu bentuk gelombang yang dalam perambatannya tidak membutuhkan media dan membawa muatan listrik dan magnet (elektromagnetik). Gelombang ini memiliki banyak spektrum yang bergantung pada panjang gelombang dan tinggi frekuensinya. Seperti halnya gelombang radio dan sinar ultra violet termasuk pada radiasi gelombang elektromagnetik.

Frekuensi hanya menggambarkan jumlah osilasi atau siklus per detik, sedangkan panjang gelombang istilah menggambarkan jarak antara satu gelombang dan yang berikutnya. Oleh karena itu panjang gelombang dan frekuensi tidak terpisahkan saling terkait. Semakin tinggi frekuensi semakin pendek panjang gelombang.

Pancaran Gelombang Elektromagnetik dari Perangkat Nirkabel

Radiasi gelombang elektromagnetik ini tentu tidak seperti radiasi pembangkit tenaga nuklir yang memiliki energi radiasi yang besar. Radiasi tidak selalu bersifat negatif, hal ini bergantung pada apa yang dipancarkannya, sebagaimana yang dilansir oleh FStoppers. Electromagnetic Field (EMF) merupakan salah satu bentuk yang dipancarkan oleh gelombang elektromagnetik.  Sumber alami bidang elektromagnetik. EMF ini  berada di mana-mana, di lingkungan kita tetapi tidak terlihat oleh mata manusia.

Baca Juga : Ingin Banyak Uang Ditengah Pandemi? Begini Caranya!

Cara komunikasi yang dilakukan oleh perangkat nirkabel adalah bergantung pada besar frekuensinya, contohnya router yang memiliki frekuensi 2,4 GHz. Perangkat ini juga dapat berjalan dengan frekuensi 60 Hz namun dalam hal transfer data akan sangat lambat. Sehingga dengan  meningkatkan jumlah gelombang per detik, maka akan lebih banyak data terkirim dalam waktu yang lebih singkat, dan itulah sebabnya perangkat router menggunakan frekuensi gigahertz.

Penelitian Terkait Pancaraan Gelombang Perangkat Nirkabel

Tihomir Lazarov melalui laman Fstoppers, mengukur besarnya radiasi gelombang elektromagnetik pada beberapa perangkat nirkabel dengan mengguanakan alat EMF Meter. Alat ini bekerja dalam rentang frekuensi 50 MHz (50.000.000 Hz) hingga 3,5 GHz. Alat ini dapat mengukur dalam unit yang berbeda, namun Lazarov menggunakan microwatt per sentimeter persegi, disingkat µW/cm2 untuk proses pengukuran.

Salah satu hasil yang didapatkan adalah bahwa perangkat yang mendukung Wi-Fi (menerapkan konsep nirkabel) memiliki salah satu radiasi terbesar, yaitu antara 4 µW/cmdan 17 µW/cm2 saat digunakan secara aktif. Ini berarti bahwa bahkan jika perangkat tidak digunakan, tetapi diletakkan dekat dengan tubuh Anda, memungkinkan adanya paparan.

Sebagaimana yang dilansir pada situs resmi WHO,  saat ini tidak ada efek kesehatan yang merugikan dari level rendah dari paparan jangka panjang untuk frekuensi radio. Pada frekuensi rendah, medan listrik dan magnet eksternal akan menginduksi arus sirkulasi kecil di dalam tubuh.

Namun mengenai medan elektromagnetik di atas level tertentu yang mampu memicu efek biologis, tidak diperdebatkan. Adapun jika medan elektromagnetik memiliki efek pada kanker, maka setiap peningkatan risiko akan sangat kecil. Hasil sampai saat ini mengandung banyak inkonsistensi, tetapi tidak ada peningkatan besar dalam risiko yang ditemukan untuk kanker pada anak-anak atau orang dewasa.

Sejumlah studi epidemiologis juga menunjukkan peningkatan kecil dalam risiko leukemia anak-anak dengan paparan medan magnet frekuensi rendah saat di rumah. Namun, para ilmuwan belum secara umum menyimpulkan bahwa hasil ini menunjukkan hubungan sebab-akibat antara paparan ke ladang dan penyakit. Meskipun demikian, penelitian mengenai radiasi elektromagnetik dan pengaruhnya terhadap kesehatan tetap diupayakan oleh beberapa ahli.

 

 

Editor : Noer Ardiansyah Laksana