September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Pengaruh Bunyi Alarm Terhadap Kondisi Tubuh

Foto : Unsplash

Pengaruh Bunyi Alarm Terhadap Kondisi Tubuh

Bandung, Omicron Indonesia –  Tidur merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Menurut dr. Imelda Wijaya Sp. KJ, seorang dokter spesialis Jiwa Alumni Universitas Indonesia, manfaat tidur dapat menjadikan tubuh lebih sehat, meredakan rasa nyeri, menurunkan resiko terjadinya cidera, memperbaiki suasana hati, mengontrol berat badan, meningkatkan daya ingat dan fikir serta meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh. alarm

Sesorang yang mengalami kurang tidur berpotensi memiliki gangguan fungsi kognitif seperti kurang konsentrasi, proses reaksi yang lama, mudah teralihkan, kurang energi, cepat merasa lelah dan gelisah. Penelitian pada tahun1996-1998 yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Evironmental Medicane membuktikan bahwa kurang tidur dapat menimbulkan masalah jantung. Waktu yang diperlukan manusia untuk tidur yang cukup yaitu 8-9 jam untuk usia 12-18 tahun, sedangkan usia 18-40 sekitar 7-8 jam per hari.

Penyebab Sulitnya Bangun Tidur

Namun dalam melewati aktivitas tidur ini, manusia justru seringkali mengalami masalah seperti sulitnya bangun tidur. Seorang Dokter Penyakit Dalam di RS Mulia Pajajaran, drNerina Mayakartifa, Sp.PD, M.Sc mengatakan bahwa ada 5 hal dasar yang dapat membuat seseorang lebih cepat bangun tidur yaitu; sarapan pagi, tunda kopi, tidur lebih cepat dan singkirkan gawai pada saat ingin tidur.

Selain melakukan hal-hal tersebut, banyak orang terbiasa mengantisipasi telatnya bangun tidur dengan setting alarm. Dewasa ini, jenis alarm yang sering digunakan oleh setiap individu adalah dengan menu yang tersedia di telepon genggam dan mulai meninggalkan alarm pada jam weker. Kedua jenis alarm  tersebut tentunya memiliki tujuan yang serupa, yaitu mengeluarkan suara atau bunyi agar kenyamanan tidur terganggu.

Penjelasan Ilmiah Mengenai Bunyi Alarm

Di balik proses bunyi alarm yang mengganggu tidur tersebut terjadi peristiwa perambatan bunyi. Perambatan bunyi adalah suatu perpindahan bunyi melalui suatu hambatan atau benda. Bunyi dapat merambat dari sumber bunyi ke tempat lain melalui media. Kecepatan perambatan bunyi melalui berbagai jenis benda tentu tidak sama. Bunyi yang melaui benda padat lebih cepat terdengar dari pada melalui benda cair atau gas.

Baca Juga : Begini Caranya Agar Mahasiswa Mempunyai Penghasilan Sendiri!

Bunyi alarm yang aktif kemudian merambat dalam benda padat relatif dipantulkan. Angie S.T dalam buku “Indahnya Kebersamaan Tematik” menjelaskan bahwa, pantulan bunyi terjadi akibat getaran bunyi yang mengenai benda dengan permukaan keras. Permukaan keras pada benda tersebut tidak menyerap bunyi melainkan memantulkannya kembali, sehingga kita dapat mendengarkan suara dari bunyi yang dipantulkan.

Saat ini, aktivitas tidur sering kali dilakukan dengan kondisi  tempat yang tertutup dan media sekitar relatif menggunakan benda padat, sehingga jenis bunyi yang dipantulkan yaitu bunyi gaung. Bunyi gaung adalah jenis bunyi pantul yang didengar di waktu yang hampir bersamaan dengan bunyi aslinya. Kecepatan rambat bunyi dalam benda padat sekitar 600 m/s dan ambang frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia sekitar frekuensi 20 Hz hingga 20.000 Hz.

Bunyi Alarm yang Cocok Bagi Tubuh Saat Hendak Terbangun

Dr. James Giordano, seorang dosen di Departemen Neurologi Georgetown University Medical Centre mengemukakan pendapatnya bahwa, “bunyi alarm yang baik adalah suara yang tenang”. Suara tenang yang dimaksud bukan berarti suara yang mendayu-dayu atau lembut, namun suara yang tidak mengakibatkan reaksi kaget pada saat terbangun.  Pendapat yang seiras juga dilontarkan oleh Michael J. Decker, PhD, seorang dosen di sekolah keperawatan Case Western Reserve University, “bunyi alarm yang tenang lebih cocok untuk membangunkan kita karena memungkinkan otak terbangun secara bertahap, sehingga melepaskan hormon-hormon stres secara bertahap pula”.

Dengan penjelasan tersebut, opsi setting alarm agar terbangun dari tidur dengan menggunakan jenis suara yang tenang dan tidak mengagetkan menjadi perlu dilakukan. Karena jenis suara tersebut akan mengaktifkan sistem simpatik di otak yang masih terlelap. Suara atau bunyi yang keras justru akan menjadi ancaman pada tubuh kita, karena tubuh dipaksa bangun tidur sebelum waktunya, hal tersebut akan membuat kita terbangun dengan panik dan dengan keadaan yang lebih stres, sehingga mengakibatkan pusing atau sakit kepala setelah bangun tidur.

 

Editor : Tsania Nurhayati Karunia Dewi