September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Kebiasaan Menggunakan Earphone, Bahayakah?

Foto : Clad.com

Kebiasaan Menggunakan Earphone, Bahayakah?

Bandung, Omicron IndonesiaEarphone  merupakan perangkat yang cukup penting bagi pengguna smartphone, karena dengan perangkat tersebut aktivitas seperti mendengarkan musik, bermain games, telepon atau video call hingga menonton film dapat lebih maksimal tanpa terganggu oleh suara-suara di sekitarnya.

Komponen yang terpenting dalam perangkat ini adalah driver yang merupakan magnet tipis berada di dalam housing earphone. Cara kerja di dalam perangkat earphone, saat sinyal listrik dari dalam kabel sampai pada driver, kemudian sinyal listrik tersebut berubah menjadi suatu medan magnet yang akan bergerak bolak-balik (efek medan magnet yang saling tolak-menolak) di dalam driver dengan kecepatan antara 20-20.000 kali, sehingga mengubah tekanan udara yang ada didepannya dan menghasilkan gelombang suara.

Penyebab Kerusakan Pada Perangkat

Pengguna Earphone kerap kali menemukan kerusakan pada perangkat mereka. Kerusakan yang sering  di alami pengguna selain kabel earphone putus adalah suara yang bersumber dari salah satu pad earphone mati. Kasus ini dialami ketika earphone mengalami benturan  keras secara tidak sengaja atau kerap kali menggunakan perangkat ini dalam posisi tidur miring dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga : Gokil!, 5 Smartphone Samsung Ini Harganya 1 Jutaan Aja!

Cara memperbaiki earphone yang rusak sebelah adalah dengan menggunting kabel yang mengalami kerusakan menjadi dua bagian, kemudian kupas kulit luar kabel, setelah mengupas kulit kabel maka akan terlihat beberapa kabel kecil dengan warna yang berbeda-beda, kemudian kupas kembali kabel-kabel tersebut lalu sambungkan sesuai dengan warna yang sama. Kerusakan mati sebelah pada erphone sebeneranya bisa terjadi pada produk earphone abal-abal.

Bahaya Menggunakan Earphone

Dalam riset yang dilakukan oleh The Royal National Institute for Deaf People, penggunaan pelantang telinga yang terlalu sering dapat menyebabkan hilangnya pendengaran dini. Akibat ini bersifat sementara, tetapi dapat menjadi permanen dengan meningkatnya paparan terhadap kebisingingan. Pengguna earphone dalam selama berjam-jam menyeting volume yang tinggi dapat menimbulkan bising kronik yang dapat mengganggu fungsi pendengaran, tinnitus dan kesulitan dalam berkomunikasi.

Peneliti National Institute on Deafness and Other Communication Disorders menjelaskan bahwa gangguan pendengaran akibat bising adalah hilangnya pendengaran secara bertahap yang disebabkan oleh paparan suara keras selama jangka waktu tertentu. Joshua D Rabitnowitz, proffesor asal Priceton University, New Jersey, USA, menjelaskan bahwa ambang suara  minimal yang dianggap dapat menurunkan fungsi pendengaran adalah 85 dB dengan paparan lebih dari 8 jam per hari, sementara intensitas suara yang dihasilkan oleh eaprhone dapat mencapai 110 dB. Paparan suara berintensitas 110 dB, selama satu jam per hari dapat menurunkan fungsi pendengaran. Jika intensitas  suara lebih dari dosis yang diperkenankan, maka akan terjadi gangguan pada rumah siput (choclea), dimana disini terjadi proses perubahan energi mekanik menjadi energi listrik. Sel-sel rambut getar yang seharusnya mentransmisi suara mekanik menjadi rusak.

 

 

Editor : Tsania Nurhayati Karunia Dewi