September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

IMEI Ponsel-mu Sudah Terdaftar? Begini Cara Chek Legalitas-nya

IMEI Ponsel-mu Sudah Terdaftar? Begini Cara Chek Legalitas-nya

Bandung, Omicron Indonesia – Pemerintah  pada (18/04/2020) secara resmi menetepakan aturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI). Aturan ini menyebabkan ponsel dengan nomor IMEI illegal yang tidak terdaftar di database kemenperin, tidak akan mendapatkan layanan seluler di Indonesia.

Aturan ini diteraokan berdasarkan laporan dari Asosiasi Ponesel Seluruh Indonesia (APSI), bahwa kehadiran ponsel black market sangat menganggu industri ponsel di Indonesia. Lebih lanjut berdasarkan data APSI bahwa selama tahun 2019, pemerintah telah kehilangan potensi pajak dari ponsel black market yang beredar sebesar 2,8 Triliun.

Harga ponsel black market yang dapat lebih rendah sekitar Rp300.000 dari harga ponsel lokal, menyebabkan 21 industri ponsel dalam negeri tidak dapat bersaing dengan ponsel black market yang ada.

Cara Chek Legalitas IMEI Ponsel

Namun Omicronians tidak perlu khawatir, karena kebijakan ini akan berlaku bagi ponsel black market yang diaktifkan setelah 18 April 2020. Artinya apabila Omicronians memiliki ponsel dengan IMEI illegal, dan telah digunakans ebelum 18 April 2020. Ponsel Omicronians masih dapat digunakan seperti biasanya.

Omicronians harus waspada apabila baru membeli ponsel baru setelah 18 April 2020, alangkah baiknya Omicronians memeriksa validitas dari ponsel tersebut. Cara mengecek validitas ponsel melalui situs Kementrian Perindustrian (Kemenperin) adalah sebagai berikut.

1. Ketik *#06# di ponsel Omicronians, kemudian nomor IMEI akan langsung keluar sesuai dengan slot SIM Card yang tersedia

2. Apabila slot SIM Card ada dua slot, maka aka nada dua seri nomor IMEI yang tersedia.

3. Kemudian Omicronians dapat memeriksa validitas nomor IMEI ponsel di situs https://imei.kemenperin.go.id/ , apakah sudah sudah terdaftar di database atau belum.

Harapan Kemenperin dari adanya kebijakan ini adalah, menciptakan konsumen perangkat elektronik yang cerdas. Kemudian seluruh elemen masyarakat, khususnya konsumen perangkat elektronik dapat mendukung kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah untuk mendukung pembangunan bangsa.

 

 

Baca Juga : Sidang Isbat Digelar Secara Online