September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Haris Azhar Menilai Wajar Tuntutan Jaksa Terhadap Kasus Novel Baswedan

Haris Azhar Menilai Wajar Tuntutan Jaksa Terhadap Kasus Novel Baswedan

Bandung, Omicron Indonesia – Kasus penyiraman air keras terhadap penyelidik senior KPK, Novel Baswedan cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia. Hingga salah satu komika ternama Indonesia, yaitu Bintang Emon. Menyampaikan rasa prihatin atas kasus penyiraman air keras ini, hal tersebut dikarenakan tuntutan jaksa terhadap terdakwa kasus penyiraman kasus air keras yang terbilang cukup ringan. novel baswedan

Terdakwa hanya dituntut 1 tahun penjara, dengan dalih bukti-bukti persidangan yang tidak jelas. Dilansir oleh Tribunnews.com pada (18/06/2020) bahwa setelah mendengar tuntutan jaksa, Novel Baswedan mengaku tidak kaget dan menyarankan untuk terdakwa dilepas saja apabila hukuman yang dituntut oleh jaksa hanya 1 tahun penjara. Namun, penyelidik senior KPK tersebut menilai bahwa tuntutan yang dilayangkan oleh jaksa sangat keterlaluan.

Pernyataan Haris Azhar Terkait Kasus Novel Baswedan

Ditengah gelombang protes yang datang, akibat rendahnya tuntutan jaksa terhadap terdakwa yang terbilang sangat ringan. Pernyataan mengejutkan datang dari Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar. Beliau menilai bahwa rendahnya tuntutan jaksa terhadap terdakwa memang aneh, namun wajar.

Dilansir oleh Kompas.com pada (16/06/2020), Haris Azhar berkata “Jadi, tuntutan rendah ini aneh tapi wajar. Aneh, akrena kejahatan yang kejam kok hanya dituntut rendah. Jika mereka diyakini pelaku”.

Baca Juga : Selain Menjadi Kudapan Favorit, Ternyata Coklat Mempunyai Khasiat Khusus Bagi Kesehatan Tubuh!

“Wajar, karena memang (terdakwa) sekedar boneka saja.” Terang haris pada Kompas.com. Dugaan yang dilayangkan oleh Haris bahwa mereka hanya boneka saja, bukanlah tanpa alasan. Haris menyatakan bahwa dari hasil investigasi yang dilakukan, terdakwa yang ada pada saat ini bukanlah pelaku yang memiliki ciri yang sama.

Menurut Haris, jaksa mengacuhakan bukti forensic dan kamera CCTV.”Sejak awal kasus ini bergulir, polisi sudah mengkalim telah mendapati hasil CCTV di wilayah sekitar. Ini hanya beberapa kejanggalan saja” Ujar Haris.

Tuntutan Terhadap Terdakwa

Rahmat Kadir Mahullete dan Rony Bagus, yang merupakan pelaku kasus penyiraman air keras terhadap Novel Basweda dijerat dengan pasar 353 KUHP Ayat 2. Kemudian Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP, dengan tuntutan hukuman 1 tahun penjara.

Tuntutan tersebut didasari, karena terdakwa terbukti melakukan penganiyaan berencana yang menyebabkan luka bakar terhadap Novel Baswedan. Penganiyaan dilakukan dengan cara menyiramkan cairan H2S04, ke wajah dari penyelidik senior KPK tersebut.

 

 

Editor : Tegar Tri Sawali