September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Dikabarkan Bangkrut, Iflix Siap Dijual Ke Perusahaan China

Dikabarkan Bangkrut, Iflix Siap Dijual Ke Perusahaan China

Bandung, Omicron Indonesia – Perusahaan penyedia layanan on-deman video streaming, Iflix dikabarkan tengah dalam krisis keuangan yang cukup sulit. Perusahaan yang berkantor pusat di Malaysia ini, tengah dikejar deadline menjelang penawaran saham perdana pada 31 Juli nanti.

Bahkan sebelumnya pada bulan April lalu, Iflix melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawannya dari berbagai bidang. Hal tersebut mungkin terlihat sangat tidak lazim, mengingat ditengah pandemic COVID-19 ini, yang sebenarnya layanan video dan film streaming sedang mengalami kenaikan permintaan yang cukup drastis.

Kondisi Neraca Keuangan Iflix

Dihimpun oleh Omicron Indonesia melalui Nikkei Asian Review, bahwa Iflix memiliki kas cadangan sebesar 12,7 juta dollar AS pada September 2019 lalu. Namun, cadangan kas tersebut tidak mampu menutupi kesulitan yang tengah dihadapi Iflix.

Keadaan perusahaan kemudian semakin memburuk, ketika beberapa jajaran direksi termasuk pendiri perusahaan mundur. Pattric Grove, dan Luke Elliot yang merupakan pendiri perusahaan, memutuskan untuk mundur dari dewan direksi pada 9 April lalu, aksi tersebut kemudian disusul oleh 2 direktur perusahaan yaitu David Nairn dan Mark Andrew.

Baca Juga : Indosat Sediakan Paket Internet Murah, Cocok Untuk Dirumah Aja!

Pada tahun 2018, perusahaan melaporkan kerugian bersih sebesar Rp 2,2 Triliun. Bahkan diperkirakan pada tahun tersebut, perusahaan hanya dapat bertahan hingga November 2019. Apabila tidak segera mendapatkan pasokan dana segar dari para investor.

Strategi Perusahaan Untuk Bertahan

Tidak ingin perusahaan tutup begitu saja, kini jajaran direksi beserta direktur memutar otak kembali untuk menyelamatkan perusahaan.

Salah satu strategi yang dilakukan oleh jajaran dewan direksi dan direktur adalah penerbitan saham (IPO), untuk menyerap lebih banyak dana dari investor luar. Bahkan pihak perusahaan mengklaim bahwa, mereka tengah melakukan negosiasi dengan salah satu perusahaan raksasa China.

Tidak hanya menjadi bagian dari salah satu investor, namun perusahaan asal negeri tirai bambu tersebut mempunyai niat untuk mengakusisi ilflix secara penuh. Namun, hal tersebut masih dalam tahap rumor dan belum dapat ditentukan kebenarannya. Ilflix berharap dapat meraup dana tambahan sebesar 50 juta dollar AS, dari pembukaan peluang bagi investor luar untuk berinvestasi di perusahaan mereka.

 

 

Editor : Tegar Tri Sawali