September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Corona Serang Amerika Serikat

CORONA TAK SEGAN SERANG AMERIKA SERIKAT

 

Bandung, Omicron Indonesia- Pandemik virus 2019-nCoV atau yang lebih hangat diperbincangkan dengan sebutan “virus corona” ini masih mengisi berita harian di penjuru negeri, Omicronians. Keadaan ini tentu diakibatkan penyebarannya yang masih berlangsung hingga saat ini di beberapa negara. Terhitung pada hari Sabtu (04/04/2020) berdasarkan data yang dirilis oleh wolrd ometers bahwa virus ini telah menginfeksi lebih dari 1 juta orang yaitu sebanyak 1.133.452 orang diseluruh dunia, dengan rincian 60.378 orang diantaranya meninggal, 235.999 pasien sembuh, dan 837.075 pasien masih dalam penanganan medis.

Hal tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi seluruh umat manusia, mengingat bukan dampak kesehatan saja yang dapat ditimbulkan oleh pandemi ini melainkan juga memberikan pengaruh yang besar di bidang lainnya seperti kehidupan sosial dan ekonomi.

Omicronians, kabar mengejutkan muncul dari negara super power, Amerika Serikat, world ometers menempatkan Negara adidaya ini di posisi pertama dalam jumlah kasus  paling banyak terinfeksi virus corona didunia. Pada (04/04/2020) tercatat sebanyak 277.670 orang positif terinfeksi virus corona dengan jumlah kematian akibat pandemi ini mencapai 7.406 orang.

Kasus infeksi virus corona menyebar hampir ke seluruh kota dan negara bagian yang ada di Amerika Serikat. Dilansir oleh Centers for Disease Control and Prevention bahwa New York  menjadi kota terdampak virus corona paling parah di Amerika Serikat, tercatat kasus positif COVID-19 yang terjadi pada kota yang dijuluki sebagai “The city that never sleeps” tersebut mencapai 103.476 kasus.

Peristiwa tersebut diperparah dengan fakta bahwa berdasarkan data yang dilansir oleh National League of Cities, menempatkan New York sebagai kota terpadat yang ada di Amerika Serikat dengan populasi tinggal di kota tersebut sebesar 8,6 juta jiwa per tanggal (02/04/2020). Selain menyandang kota dengan populasi terpadat di Amerika Serikat, New York juga diberi predikat sebagai kota paling kotor yang ada di Amerika Serikat oleh msn.com. Dengan keadaan kota New York demikian, akan sangat mudah  virus corona ini kian mewabah disana, bukan?

Dampak pandemik virus corona di Amerika Serikat kini mulai nyata terlihat. Dilansir oleh CNN Indonesia, Jumat (27/03/2020) bahwa sejumlah toko senjata yang ada di Amerika Serikat melaporkan bahwa tingkat penjualan senjata api meningkat sebesar 800% bahkan hingga membuat stok senjata api yang ada hampir habis. Salah satu pemilik toko menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebabkan kekhawatiran warga Amerika Serikat terhadap kondisi ekonomi yang akan terganggu akibat wabah pandemic COVID-19.

Selain penjualan senjata yang meningkat drastis, fenomena panic buying pun terjadi di beberapa bagian wilayah Amerika Serikat. Dilansir oleh thehill.com bahwa kepanikan warga Amerika Serikat terjadi saat kasus COVID-19 terus meningkat di negara tersebut, yang mana berimbas kepada pembelian secara besar-besaran terhadap bahan makanan, kebutuhan pokok, bahkan hingga tisu toilet dan handsanitizer.

Peningkatan penjualan tisu toilet dan handsantizer juga terjadi di Washington sebesar 836%, Omicronians. Bahkan, momentum epic terjadi ketika fenomena panic buying terjadi di Amerika Serikat. Salah satu warga Amerika Serikat  yang tinggal di Florida bernama Kenneth Sullano melalui akun twitternya (@keennn0), membagikan foto bahwa salah satu warga Amerika Serikat melakukan panic buying nyeleneh yaitu dengan membeli peti mati.

Warga Amerika Serikat yang membeli peti mati pada saat panic buying

Momen nyeleneh panic buying di amerika lainnya dibagikan oleh salah satu warga amerika lainnya melalui akun twitter (@halfvirginmarry), bahwa terdapat warga amerika lainnya membeli tisu dalam jumlah banyak seperti gambar berikut.

Kira-kira Omicronians bisa menebak tisu sebanyak ini untuk apa?

Melihat keadaan yang terjadi di Amerika Serikat  saat ini, sudah sepatutnya kita sebagai warga negara Indonesia mewaspadai pandemi COVID-19 ini dengan tidak melakukan panic buying terhadap bahan makanan, tisu, handsanitizer, dan alat kesehatan. Tetap berbelanja sewajarnya dan tidak lupa untuk memikirkan kepentingan bersama. Serta mengikuti himbauan pemerintah untuk melakukan semua aktivitas #dirumahaja hingga waktu yang ditentukan oleh pemerintah.

 

 

Baca juga : Teknologi Selesaikan Permasalahan Pangan Dunia