September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Cara Suku Sunda Menentukan Nasib Pernikahan Melalui Nama Kedua Pasangan!

Cara Suku Sunda Menentukan Nasib Pernikahan Melalui Nama Kedua Pasangan!

Bandung, Omicron Indonesia – Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk. Kemajemukan tersebut tidak hanya dari keragaman suku bangsanya saja, tetapi juga dari tradisi yang dimiliki oleh setiap suku bangsanya. Tradisi yang dimilki oleh setiap suku di Indonesia memiliki keragaman dan ciri khasnya tersendiri. Salah satu suku bangsa yang kaya akan tradisi dan budayanya adalah suku Sunda.

Suku Sunda, Suku Terbesar di Indonesia

Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa Indonesia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh  tim riset Institut Pendidikan Indonesia (IPI) yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung dan wilayah barat Jawa Tengah (Banyumas). Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar yang berada di Indonesia.

Ada hal yang unik dalam tradisi yang dimiliki oleh Suku Sunda, seperti memperhitungkan baik atau buruk seseorang menikah berdasarkan kedua nama pasangan. Tradisi  tersebut biasanya di lakukan oleh sesepuh atau ketua suku adat yang dalam tradisi suku Sunda disebut dengan canoli. Dalam Jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Siliwangi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ada sebuah penelitian yang membahas tentang tradisi adat yang dilakukan oleh Suku Sunda dalam melakukan perhitungan baik atau tidakkah seseorang menikah berdasarkan kedua nama pasangan.

Sudahkah Namamu Cocok dengan Nama Pasangan mu?

Dalam tradisi orang sunda untuk menentukan seseorang baik atau tidaknya menikah, ditentukan berdasarkan nama pasangan tersebut. Dengan perhitungan ha na ca ra ka da ta sa wa la pa da ja ya nya ma nga ba ta nga. Ujar canoli maju mundurnya rumah tangga itu dapat dilihat dari nama kedua pasangan.

Yaitu : ha = 1, na­ = 2, ca = 3, ra = 4, ka = 5, da = 6, ta = 7, sa ­= 8, wa = 9, la = 10, pa = 11, da = 12, ja = 13, ya = 14, nya = 15, ma = 16, ga = 17, ba = 18, ta = 19, nga = 20. Hanya di antara da = 12 dan ta = 19 tidak dipakai dalam perhitungan karena yang dipakai da = 6 dan ta = 7.

Contoh dalam melakukan perhitungan berdasarkan kedua nama pasangan dalam adat sunda untuk menentukan pernikahan yang mendapatkan hasil baik atau tidak seperti ini;

  1. Tegar = Te + Ga + R

= Te + Ga             (Huruf konsonan diakhir dianggap tidak ada dikarenakan huruf mati)

= Ta + Ga             (Huruf vokal e,i,u,o menjadi a)

= 7 + 17 = 24

  1. Pevita = Pe + Vi + Ta

= Pa + Pa + Ta    (Huruf V ataupun F dalam sunda berubah menjadi P, dan huruf vokal e,i,u,o menjadi a)

= 11 + 11 + 7 = 29

Tegar + Pevita = 24 + 29 = 53

Dalam matematika penjumlahan tersebut seperti konsep penjumlahan x + y = z.

Untuk mentukan hasilnya yaitu dalam menentukan kedua nama pasangan tersebut dengan melakukan kelipatan nilai 7 hingga mendekati dari hasil nilai perjumlahan kedua nama pasangan. Contoh;

Dalam nama pasangan Tegar dan Pevita = 53

7 + 7 = 14, 14 + 7 = 21, 21 + 7 = 28, 28 + 7 = 35, 35 + 7 = 42, 42 + 7 = 49, 49 + 7 = 56.

Untuk mencapai nilai 53 maka 56 akan di kurangi 3, 56-3= 53. Dari kelipatan nama pasangan Tegar dan Pevita nilai 7 membentuk kelipatan 8.

Kemudian dalam adat sunda untuk perhitungan pernikahan berdasarkan nama kedua pasangan yaitu dengan hitungan; Sri, Lungguh, Dunya, Lara, Pati, Mineus, Plues. Sri = Langgeng tapi banyak masalah dengan pasangan. Lungguh = Tidak akan kekurangan, berada dalam kemajuan, jika melakukan usaha akan berhasil. Dunya = Termasuk kedalam hasil yang buruk, karena hanya suka pada keduniaan namun tidak pernah terkumpul hasilnya. Lara = Penyakit, artinya sering ditimpa penyakit, banyak ditipu, yang pinjam uang tidak bayar dan lain sebagainya, Rezeki memang bagus tetapi banyak godaannya. Pati = Sedang jaya maka banyak sekali rezekinya namun jika sedang krisis maka habis seluruhnya (bangkrut). Minus = Sulit dalam mengejar cita-cita. Plues = Sempurna, hidupnya berkecukupan, makmur dan kaya raya.

Baca Juga Data COVID di Indonesia, Hoax atau Konspirasi?

Dalam nama Pasangan Tegar dan Pevita ini membentuk kelipatan angka 8 maka akan dilakukan perhitungan kembali seperti ini; Sri, Lungguh, Dunya, Lara, Pati, Mineus, Plues, Sri.

Nama pasangan Tegar dan Pevita ini berhenti di kata Sri. Dalam keyakinan kepercayaan Suku Sunda berarti apabila Tegar dan Pevita memutuskan untuk berumah tangga, maka rumah tangganya akan = langgeng tapi banyak masalah dengan pasangan.

Hal tersebut hanya sebuah keyakinan yang mungkin saat ini hanya di gunakan oleh bebara golongan saja untuk menentukan pernikahan dengan nama kedua pasangan, tetapi apabila Omicronians. Penasaran untuk mencobanya maka bisa dilakukan metode tersebut yang selama ini diyakin oleh bebarapa Suku Sunda terkhusus didaerah pedalaman.

Dalam ilmu Matematika menurut D’Ambrosio ada sebuah ilmu bernama Etnomatematika, yaitu merupakan matematika yang diterapkan oleh suatu kelompok budaya yang dapat diidentinfikasi sebagai masyarakat nasional, suku, kelas profesional, buruh, serta anak-anak dari kelompok usia tertentu, dan lain-lain. Etnomatematika menjadi titik yang mempertemukan antara matematika, pemodelan matematis dan budaya yang dimiliki fungsi dalam proses memahami menghubungkan ide-ide matematika dalam berbagai aktivitas yang ditemukan dimasyarakat untuk dikaji secara akademik.

 

Editor : Noer Ardiansyah Laksana