September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Campak dan Corona Belum Usai, Kongo Kembali Diserang Virus Ebola

Foto : Freepik

Campak dan Corona Belum Usai, Kongo Kembali Diserang Virus Ebola

Bandung, Omicron Indonesia –  Semenjak merebaknya wabah virus yang baru bernama nCov-19 di Wuhan, Cina pada penghujung tahun 2019. Perhatian dunia seketika teralihkan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, yang menular dari manusia ke manusia lainnya secara cepat.  Dan hampir menginjak tiga triwulan, virus corona jenis baru ini masih belum dapat terkendalikan sepenuhnya di beberapa negara. ebola

Seperti halnya benua Afrika, yang juga menjadi wilayah sebaran virus nCov-19. Tercatat oleh WorldOmeter, pada hari Sabtu (6/6/2020) total kasus positif COVID-19 di benua Afrika mencapai 1451 kasus. Beberapa negara di benua Afrika, mengalami kesulitan untuk menghadapi COVID-19 ini. Mengingat, wabah ini merupakan salah satu wabah dengan tingkat penularan tercepat sepanjang sejarah dunia.

Virus Ebola Menyerang Kongo

Belum usai melawan penyebaran COVID-19, salah satu negara di benua Afrika kembali menghadapi wabah virus baru. Negara tersebut adalah Republik Demokratik Kongo (DRC) yang merupakan negara terbesar kedua di benua Afrika. Diumukan oleh WHO pada Senin (1/6/2020), bahwa negara tersebut harus berurusan dengan virus lain yaitu virus ebola.

Tepatnya di Wangata, Mbandaka,  provinsi Équateur,  Pemerintah DRC mengumumkan bahwa wabah ebola ini datang sebagai wabah yang panjang dan kompleks  dalam fase terakhir, sementara negara tersebut juga masih memerangi wabah campak terbesar di dunia.

Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO mengujar, “Ini adalah pengingat bahwa COVID-19 bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang dihadapi banyak orang. Meskipun perhatian kita banyak ditujukan pada pandemi (covid-19), namun WHO masih terus memantau dan menanggapi darurat kesehatan lainnya.”

Ebola yang merupakan demam tropis, pertama kali muncul pada tahun 1976 di Sudan dan DRC, lalu ditularkan oleh hewan liar ke manusia. Virus ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, atau mereka yang meninggal karena virus tersebut.

Baca Juga : Nasa Giring Reaktor Nuklir Ke Bulan dan Mars!

Sejarah Virus Tersebut di Kongo

Dilansir dari New York Times, virus ebola bukan pertama kalinya menyerang Mbandaka, kota pelabuhan khatulistiwa di Sungai Kongo. Wabah pada Mei 2018 mengakibatkan sedikitnya 54 kasus dan 33 kematian di daerah tersebut. Namun, WHO segera mengirimkan lebih dari 7.500 dosis vaksin ebola ke Kongo, dan wabah di Mbandaka dengan cepat dikendalikan.

Kementerian Kesehatan DRC melaporkan enam kasus baru terjangkit ebola, dengan empat orang telah meninggal dan dua lainnya sedang dalam perawatan.  Dan disusul dengan meninggalnya orang kelima pada hari Senin (1/6/2020), menurut UNICEF.  Padahal, kurang dari dua bulan lalu, Kongo akan mendeklarasikan penghentian epidemi ebola secara resmi di bagian timur negara itu yang telah berlangsung hampir dua tahun dan menewaskan lebih dari 2.275 orang.

Dirilis dari Anadolu Agency, pada konferensi media bersama WHO dan Forum Ekonomi Dunia, Direktur Regional WHO Afrika yaitu Dr. Matshidiso Moeti menyampaikan keprihatinan terhadap peristiwa ini.  “Kami sangat prihatin dengan wabah baru ini di Mbandaka, padahal kami telah bekerja sangat erat dengan pemerintah di  tahun 2018 untuk mengatasi wabah ini,” katanya.

Virus Ebola di Kongo

Virus ebola ini diakui tidak jelas kemunculannya di Mbandaka. Yang mana, sebelumnya penduduk Kongo telah dilarang bepergian untuk mencegah penyebaran virus corona. Meski demikian, Moeti menulis di Twitter bahwa meskipun wabah Ebola menimbulkan tantangan baru, WHO bersama dengan kementerian kesehatan Kongo dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, siap untuk mengatasi itu. Dan juga pemerintah DRC segera memberlakukan pembatasan perjalanan antar provinsi di negara itu dalam ipaya menanggapi wabah virus corona, dan kemudian dapat membantu membatasi penyebaran ebola dari Mbandaka.

 

Editor : Noer Ardiansyah Laksana