September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Benarkah Ber-sosmed Bisa Meninggikan Tingkat Depresi?

Benarkah Ber-sosmed Bisa Meninggikan Tingkat Depresi?

Bandung, Omicron Indonesia – Dikutip dari sciencedaily.com bahwa jumlah remaja yang menggunakan media sosial terus meningkat sebesar 62,5% semenjak tahun 2012. Bahkan pada tahun 2020, rata-rata jam yang dihabiskan remaja untuk bermain sosial media adalah 2,6 jam per hari, lho, Omicronians.

Sosial Media Tidak Menyebabkan Depresi

Seiring dengan meningkatnya waktu penggunaan media sosial oleh remaja ini, banyak menuai kritik dan asumsi bahwa penggunaan media sosial yang terlalu lama akan meningkatkan resiko depresi yang akan dialami remaja.

Namun, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Sarah Coyne, seorang profesor kehidupan keluarga di Bringham Young University. Membuktikan bahwa penggunaan media sosial yang terlalu lama tidak berdampak secara langsung pada remaja.

Melalui Computers in Human Behavior, Coyne menjelaskan bahwa penelitian ini telah dilakukan selama 8 tahun. Waktu tersebut dihabiskan untuk memahami bagaimana hubungan antara waktu penggunaan sosial media yang lama dan depresi yang dialami oleh remaja berkembang.

Coyne mengacu pada satu pertanyaan dasar dalam melakukan penelitian ini, “apakah jika para remaja meningkatkan waktu bersosial media, maka akan berpengaruh terhadap meningkatnya depresi yang mereka alami?” , juga “apakah jika mereka mengurangi waktu bersosial media, tingkat stres mereka akan menurun?”. Jawaban yang ditemukan oleh Coyne dan tim adalah tidak, karena waktu yang dihabiskan untuk bersosial media tidak berpengaruh terhadap tingkat depresi yang dialami oleh remaja.

Kesehatan mental merupakan sebuah sindrom multi-proses yang melibatkan berbagai faktor. Depresi tidak bisa hanya disebabkan oleh hanya satu faktor namun melibatkan banyak faktor lainnya. Sehingga kesimpulannya bahwa jumlah waktu yang dihabiskan remaja untuk bersosial media, tidak berdampak langsung pada tingkat stress dan depresi pada remaja tersebut.

Menurut Coyne, tujuan dari penelitian ini adalah menyelesaikan perdebatan yang bergulir di masyarkat dunia. Terkait hubungan antara terlalu lama bersosial media dengan depresi yang dialami pada kebanyakan remaja.

Tips Ber-Sosial Media Yang Baik

Untuk itu, Omicron Indonesia sedikit memberi saran nih bagi Omicronians untuk cerdas dalam menggunakan media sosial.

  1. Jadi pengguna media sosial yang aktif

Omicronians bisa membuat konten-konten menarik yang menimbulkan dampak positif terhadap pengguna media sosial lainnya.

  1. Hindari konten negatif dan hoaks

Apabila Omicronians menemukan konten negative dan hoaks yang melanggar aturan komunitas instagram, hal itu dapat dilaporkan ke pihak terkait yang berwenang.

  1. Berhenti menggunakan media sosial 1 jam sebelum tidur

Menurut Coyne bahwa cara ini dianggap ampuh dalam menurukan tingkat depresi yang dialami remaja.

 

 

 

Baca Juga : Daftar 10 PTN/PTS Terbaik Berdasarkan Kinerja Riset