September 19, 2021

Omicron Indonesia

Aktual dan Terpercaya

Aplikasi Hits 2020, TikTok Terancam Diblokir !

Aplikasi Hits 2020, TikTok Terancam Diblokir !

Bandung, Omicron Indonesia – Tahun 2020 dapat disebut sebagai tahun keemasan dari salah satu sosial media besutan negeri tirai bamboo yaitu TikTok. Pasalnya, seiring dengan wabah COVID-19 merebak di seluruh penjuru dunia, TikTok meraup keuntungan yang begitu melimpah, akibat kenaikan jumlah pengguna yang signifikan.

Kenaikan jumlah pengguna yang cukup signifikan pada ini terjadi karena banyaknya artis, influencer, hingga kalangan umum yang menggunakan aplikasi tersebut. Dilansir oleh detik.com pada (28/05/2020), TikTok meraup keuntungan sebesar 44 Triliun Rupiah. Keuntungan tersebut dihasilkan dari kenaikan jumlah pengguna, dan iklan yang terpampang di platform tersebut.

Wacana Pemblokiran TikTok

Namun, ketika masa keemasan TikTok  sedang diatas awan, muncul wacana yang cukup mencengangkan, dan dapat merugikan TikTok hingga triliunan rupiah apabila wacana tersebut benar terjadi.

Wacana tersebut datang dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Dilansir oleh Gadget 360 pada Selasa (07/07/2020), Sekertaris gedung putih yaitu Mike Pompeo mengatakan akan melarang TikTok dan beberapa platform media social China lainnya beroperasi di AS.

Menurut Pompeo saat diwawancara oleh Fox News, bahwa dia tidak ingin memberikan kepastian apakah wacana tersebut akan direalisasikan atau tidak. Karena beliau tidak ingin mendahului pernyataan presiden AS, yaitu Donald trump. Namun, Pompeo menegaskan bahwa wacana tersebut memang benar namun sedang ditinjau terlebih dahulu.

Baca Juga : Bukan Sekedar Hobi, Berikut Penghasilan Youtuber TOP Indonesia!

“Saya tidak ingin mendahului Presiden (Donald Trump), namun memang benar kita sedang meninjau hal tersebut,” ujar Pompeo ketika diwawancarai oleh Fox News.

Alasan AS Melakukan Pemblokiran

US Lawmakers memberikan beberapa alasan terkait wacana Pemblokiran TikTok di AS. Alasan keamanan Negara, dan pemanfaatan data pengguna yang illegal menjadi titik berat dari pemblokiran aplikasi ini.

Lebih lanjut lembaga tersebut mengkhawatirkan bahwa, nantinya data pengguna TikTok khususnya bagi warga Negara AS akan disalahgunakan oleh perusahaan induk aplikasi tersebut yaitu ByteDance ke komunis China. Pompeo juga memperingatkan warga Negara AS agar lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi TikTok ini.

“Jika kamu ingin data pribadi kamu berada di tangan komunis Cina, maka download lah aplikasi tersebut”. Ujar Pompeo

Penyangkalan Pihak ByteDance

Perusahaan induk dari aplikasi ini, yaitu ByteDance memberikan statement sanggahan atas pernyataan Pompeo dan AS. Menurut pihak ByteDance, mereka tidak pernah menyalahgunakan data pengguna yang bersifat pribadi kepada pihak eksternal maupun pihak pemerintah Cina.

“Kita tidak pernah menyepelakan keamanan data pengguna kita. Kemudian kita tidak pernah berkerjasama denan pemerintah Cina untuk menyalahgunakan data tersebut”. Ujar pihak ByteDance melalui surat elektronik kepada Fox News.